Konversi bilangan adalah proses mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya tanpa mengubah nilai bilangan tersebut Dalam kehidupan sehari-hari, manusia umumnya menggunakan sistem bilangan desimal sedangkan komputer hanya mengenal sistem bilangan biner Karena perbedaan sistem ini, diperlukan proses konversi agar data yang dimasukkan oleh manusia dapat dipahami dan diproses oleh komputer dengan benar.
Proses konversi bilangan tidak mengubah nilai asli dari bilangan tersebut, melainkan hanya cara penulisannya. Misalnya, bilangan desimal 10 memiliki nilai yang sama dengan bilangan biner 1010 atau bilangan heksadesimal A. Setiap sistem bilangan memiliki simbol dan aturan penulisan tersendiri, tergantung pada basis yang digunakan.
Konversi bilangan sangat penting terutama dalam bidang komputer dan elektronika digital. Komputer memproses informasi dalam bentuk biner karena sinyal listrik hanya memiliki dua kondisi, yaitu hidup dan mati. Oleh karena itu, setiap data atau instruksi yang diberikan kepada komputer perlu dikonversi dari bentuk desimal atau heksadesimal menjadi bentuk biner. Demikian pula, hasil dari pemrosesan komputer sering dikonversi kembali ke bentuk desimal agar lebih mudah dipahami oleh manusia.
Selain untuk kebutuhan komputasi, konversi bilangan juga bermanfaat dalam perancangan perangkat keras, pemrograman, dan komunikasi data. Dengan memahami proses konversi ini, seseorang dapat dengan mudah membaca, menulis, serta mentransfer data antar sistem yang menggunakan basis bilangan berbeda. Oleh sebab itu, penguasaan konsep konversi bilangan menjadi dasar penting dalam bidang teknologi informasi dan elektronika.
Biner (basis 2) → menggunakan digit 0 dan 1
Oktal (basis 8) → menggunakan digit 0–7
Desimal (basis 10) → menggunakan digit 0–9
Heksadesimal (basis 16) → menggunakan digit 0–9 dan A–F
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar